Dokter Gizi Beber Peran Ibu dalam Memutus Rantai Stunting Balita, Berikut Kiat-kiatnya

Perempuan yang stunting berisiko melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) yanng juga memiliki risiko tinggi mengalami kondisi stunting.
Oleh karena itu,kata Diana, ibu hamil harus menerapkan prinsip gizi seimbang dengan memenuhi asupan energi dan protein, asam lemak dan asam folat, serat, zat besi, serta vitamin dan mineral.
Pola makan ibu adalah pola makan anak
Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) oleh Kementerian Kesehatan tahun 2018 menunjukkan bahwa 16,8 persen remaja termasuk remaja perempuan memiliki tubuh kurus yang disebabkan kurang makan dan asupan gizi.
Perempuan, kata dr Diana, padahal punya peran penting dalam menanamkan kebiasaan pola makan sehat seperti konsumsi makanan berserat, memakan sayur dan buah, serta minum air putih.
Menurutnya, dengan kebiasaan pola makan sehat dan bergizi seimbang, perempuan Indonesia dapat mengurangi risiko punya anak kurang gizi mulai dari masa remaja.
Berikan pola asuh terbaik di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)
Langkah selanjutnya yang harus dicapai untuk memperbaiki gizi anak, ibu perlu memperhatikan bahwa 1000 HPK yang dimulai dari 270 masa kehamilan sampai anak berusia dua tahun atau 730 hari merupakan periode yang sangat kritis.
Dokter spesial gizi klinis dr Diana Felicia Suganda menyampaikan beberapa kiat yang bisa dilakukan ibu dalam mencegah kondisi stunting balita
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sumut di Google News