Polda Sumut Gagalkan Peredaran Narkoba Jaringan Aceh-Medan dan Sita 45 Kg Sabu-sabu
Irjen Agung mengungkapkan bahwa sejak September – Oktober 2023 pihaknya telah mengungkap 768 kasus narkoba di Sumatera Utara (Sumut) yang terdiri dari 1.058 pelaku narkotika, dengan rincian 263 orang pengguna dan 795 orang bandar dan jaringan.
Dari ratusan kasus tersebut, kata Irjen Agung, pihaknya menyita narkotika jenis sabu-sabu 75,97 kilogram, ganja 114,90 kilogram, pohon ganja 51 batang dan pil ekstasi 998 butir.
Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi (kiri) didampingi Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi saat paparan hasil pengungkapan narkoba di Sumatera Utara, Rabu (4/10). Foto: Dokumentasi pribadi untuk JPNN.com
Selain menyita barang bukti narkoba, polisi juga menyita uang tunai Rp 122.966.000 hasil penjualan narkotika, sepeda motor 138 unit, mobil 15 unit, handphone 440 unit, timbangan elektrik 109 unit dan alat hisap sabu 113 buah serta berbagai barang bukti lainnya.
Irjen Agung mengatakan pada 22 September 2023 Polres Tanjungbalai mengungkap produksi narkotika jenis pil ekstasi.
Berawal dari informasi adanya pengiriman pengiriman obat tanpa izin dari Jakarta ke Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, melalui jasa pengiriman. Polisi kemudian melakukan pengintaian dengan metode control delivery.
Petugas kemudian mendapati paket narkoba tersebut dijemput oleh pemesan dan dilakukan pengintaian hingga ke Kompleks PNS di Kelurahan Sei Raja, Kecamatan Tualang Raso, Kota Tanjungbalai.
Polda Sumut menggagalkan peredaran narkoba jaringan Aceh-Medan dan meringkus para pelaku serta barang bukti sabu-sabu
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sumut di Google News