7 Tahun Peluru Bersarang di Tubuh Pak Hariadi, Kasus Penembakan Belum Tuntas, Sentil Irjen Panca
sumut.jpnn.com, MEDAN - Selama tujuh tahun, peluru tetap bersarang di badan Hariadi, warga Sumatera Utara (Sumut) yang sedang mencari keadilan di Polsek Medan Baru.
Maswan Tambak dari LBH Medan selaku kuasa hukum Hariadi mengatakan kasus penembakan itu terjadi pada November 2015 lalu. Saat itu, Hariadi yang merupakan seorang tukang becak menyelip mobil sedan milik terduga pelaku.
Saat itu, Hariadi hendak menjemput penumpangnya di Jalan Iskandar Muda Simpang Syailendra, Medan.
Namun, saat itu terjadi cekcok antara keduanya hingga pengemudi mobil tersebut mengambil senjata yang dimiliknya dan menembak Hariadi.
"Dari dalam mobil si pengendara mobil menembak Hariadi dibagian lengan sebelah kiri dan menembus dada. Kemudian Pengendara mobil tersebut melarikan diri," kata Maswan Tambak, Kamis (4/8).
Maswan mengaku kejadian itu juga telah dilaporkan Dewi Hartati, kakak kandung Hariadi ke Polsek Medan Baru dengan Nomor : STTLP/170/XI/2015/SPKT MDN Baru.
Dari laporan Polisi itu, pihak Polsek Medan Baru telah memeriksa Dewi Hartati dan Hariadi.
Setelah penembakan, kata Maswan, korban lalu dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan. Namun, sayangnya, setelah perawatan awal, RS Bhayangkara mengatakan tidak mampu melakukan operasi untuk pengangkatan peluru karena peralatan tidak memadai.
Maswan Tambak dari LBH Medan selaku Kuasa Hukum Hariadi mengatakan kasus penembakan itu terjadi pada November 2015 lalu.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sumut di Google News