Cerita Anggota Polri di Kepulauan Nias: Berjalan 8 KM dan Menerobos Hutan untuk Mengantar Logistik Pemilu

Senin, 19 Februari 2024 – 06:00 WIB
Cerita Anggota Polri di Kepulauan Nias: Berjalan 8 KM dan Menerobos Hutan untuk Mengantar Logistik Pemilu - JPNN.com Sumut
Briptu Prima Dolorosa Ginting bersama petugas PPS dan masyarakat melintasi jembatan bambu sambil memikul logistik Pemilu 2024 menuju TPS di Dusun Loloana’a, Desa Lauru Fadoro, Kecamatan Afulu, Kabupaten Nias. Foto: Humas Polres Nias

sumut.jpnn.com, NIAS - Pesta demokrasi Pemilu 2024 baru saja usai. Masyarakat Indonesia telah menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) dengan tertib dan damai. Sebagian proses Pemilu telah selesai dan tinggal menunggu hasil penghitungan berjenjang (rekapitulasi).

Namun, ada banyak cerita di balik suksesnya hajatan yang digelar setiap lima tahun ini. Berbagai rintangan kerap datang dan harus diterjang guna memastikan seluruh masyarat baik di kota maupun di pelosok desa, menggunakan hak pilihnya.

Hal itu yang dilakukan Briptu Prima Dolorosa Ginting, anggota Polri yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Polsek Lahewa, Polres Nias. Dia merupakan satu di antara anggota kepolisian yang ditugaskan dalam pengamanan Pemilu 2024.

Briptu Prima ditugaskan di tempat pemungutan suara (TPS) 5 yang terletak di Dusun Loloana’a, Desa Lauru Fadoro, Kecamatan Afulu, Kabupaten Nias. TPS tempat Prima bertugas adalah wilayah terpencil. Akses jalan menuju TPS hanya jalan setapak. Tidak ada cara lain untuk mengantar logistik Pemilu selain dengan berjalan kaki.

“Akses utama ke TPS hanya jalan setapak. Jadi, bersama masyarakat setempat dan petugas PPS, logistik Pemilu kami gotong,” kata Briptu Prima Dolorosa Ginting, Jumat (16/2).

Briptu Prima menceritakan untuk sampai ke TPS, dia bersama petugas PPS dan masyarakat setempat harus menempuh 8 kilometer dengan melewati hutan dan melintasi jembatan yang terbuat dari bambu.

Berbabagi kebutuhan untuk hari pencoblosan digotong semampunya. Logistik Pemilu dipikul dan dibawa ke dusun lokasi TPS. Untuk sampai ke dusun membutuhkan waktu 3 jam berjalan kaki.

Prima mengatakan setiap beban yang berisi perlengkapan pemilihan umum yang dipikulnya ada tanggung jawab tugas yang harus ditunaikan. Yang ada di benaknya tidak hanya bagaimana perlengkapan Pemilu itu tiba tepat waktu, tetapi juga harus memastikan akan sampai dengan utuh.

Cerita Briptu Prima Dolorosa Ginting harus menempuh jarak 8 kilometer dengan berjalan kaki untuk mengantarkan logistik Pemilu 2024 di Kepulauan Nias
Facebook JPNN.com Sumut Twitter JPNN.com Sumut Pinterest JPNN.com Sumut Linkedin JPNN.com Sumut Flipboard JPNN.com Sumut Line JPNN.com Sumut JPNN.com Sumut

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sumut di Google News