79 Warga Madina Keracunan Gas, PT SMGP Bantah Ada Kebocoran: Kegiatan Sesuai Prosedur

Rabu, 28 September 2022 – 15:33 WIB
79 Warga Madina Keracunan Gas, PT SMGP Bantah Ada Kebocoran: Kegiatan Sesuai Prosedur - JPNN.com Sumut
Ilustrasi - Korban meninggal dunia keracunan gas akibat bocornya pipa gas milik PT SMGP di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, Senin (25/1). Foto: ANTARA/Holik

sumut.jpnn.com, MANDAILING NATAL - Puluhan warga di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, mengalami keracunan setelah menghirup gas berbahaya Hidrogen Sulfida (H2S). Akibatnya, puluhan warga itu harus dilaraikan ke rumah sakit karena mual dan muntah-muntah.

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Sibanggor Julu dan Sibanggor Tonga, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, pada pukul 18.00 WIB, Selasa (27/9).

Kebocoran yang menyebabkan warga keracunan tersebut sudah kedua kalinya dalam sebulan terakhir. Penyebabnya diduga dari kebocoran gas PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP).

Head Corporate Communication PT SMGP Yani Siskartika membenarkan bahwa saat kejadian tersebut, pihaknya tengah melakukan kegiatan pengujian sumur T-11.

Dia menyebut aktifitas uji sumur itu dimulai pada pukul 15.10 WIB. Namun, kegiatan dihentikan sementara untuk penggantian oksigen pada alat pelindung diri.

Aktivas tersebut yang diduga membuat puluhan warga Madina mengalami keracunan.

"PT SMGP laksanakan kegiatan uji alir sumur T-11 dalam rangka persiapan Unit III," ujarnya saat dikonfirmasi JPNN Sumut, Rabu (28/9).

Akan tetapi, Yani mengatakan bahwa proses pengujian sumur itu sudah sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

PT SMGP mengakui melakukan uji sumut T-11 pada Selasa (27/9) sebelum puluhan warga Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal (Madina) keracunan gas

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sumut di Google News