Cerita Amaq Sinta, Korban Selamat dari Pembegalan dan Habisi Pelaku: Saya Diselamatkan Tuhan

sumut.jpnn.com, LOMBOK TENGAH - Murtede alias Amaq Sinta (34), warga Ganti, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, selamat dari aksi pembegalan.
Amaq Sinta bertaruh nyawa saat menghadapi kawanan begal dan berhasil melumpuhkan dua pelaku hingga tewas.
"Saya tidak ada kepandaian dan tidak memiliki ilmu kebal. Tetapi ini memang saya dilindungi Tuhan," kata Amaq Santi, Sabtu.
Dia mengatakan terpaksa membunuh kawanan begal itu, karena kalau tidak melawan nyawanya akan melayang ketika diserang di jalan raya Desa Ganti.
"Kalau saya mati siapa yang akan bertanggung jawab. Jadi saya harus melawan," ucapnya.
Kasus itu bermula ketika akan pergi ke Lombok Timur untuk mengantarkan makanan buat ibunya.
Sesampai di TKP dia diadang dan diserang para pelaku menggunakan senjata tajam.
Selanjutnya dia melawan para pelaku dengan sebilah pisau kecil yang dia bawa sambil teriak meminta tolong, namun tidak ada warga yang datang.
Amaq Santi, korban begal yang menewaskan dua pelaku berharap dibebaskan dan tidak dituntut hukuman
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sumut di Google News