Update Banjir Tapteng: 8 Desa Terdampak Banjir dan Longsor

Sabtu, 12 November 2022 – 01:30 WIB
Update Banjir Tapteng: 8 Desa Terdampak Banjir dan Longsor  - JPNN.com Sumut
Ilustrasi longsor. Grafis: Sultan Amanda Syahidatullah/JPNN.com

sumut.jpnn.com, TAPANULI TENGAH - Sebanyak delapan desa dari dua kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, terdampak bencana banjir dan tanah longsor akibat hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah tersebut, Jumat (11/11).

Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Jimmy Christian Samma mengatakan berdasarkan data sementara yang dihimpun, terdapat delapan desa di Kecamatan Barus dan Kecamatan Barus Utara yang terdampak banjir dan longsor.

"Data sementara yang kami himpun ada 8 desa yang terdampak, 5 desa di Kecamatan Barus terdampak banjir dan 3 desa di Kecamatan Barus Utara terdampak tanah longsor," kata AKBP Jimmy saat dikonfirmasi.

Dia menjelaskan lima desa di Kecamatan Barus yang terdampak bencana banjir itu, yakni Kelurahan Padang Masiang, Desa Pasar Terandam, Desa Kampung Solok, Desa Sigambo gambo dan Desa Ujung Batu.

Sedangkan untuk tiga desa di Kecamatan Barus Utara yang terdampak tanah longsor, yakni Desa Siharbangan, Desa Sihorbo dan Desa Aek Dakka.

"Kondisi terparah terjadi di Desa Sigambo Gambo, Kecamatan Barus. Tim yang terdiri dari Polres Tapteng, SAR, BPD dan TNI masih melakukan upaya evakuasi warga," ungkapnya.

Saat ini, lanjut perwira menengah Polri itu, tim SAR gabungan sedang melakukan evakuasi dan pendataan jumlah korban yang terdampak banjir dan tanah longsor.

Dia menjelaskan pihaknya mendapat informasi bahwa ada korban yang tertimbun longsor. Namun, menurutnya informasi tersebut belum bisa dipastikan sebab pihaknya masih menunggu alat berat untuk melakukan pembersihan material longsoran.

8 desa di Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumatera Utara terdampak banjir dan longsor, tim SAR masih melakukan evakuasi secara manual

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sumut di Google News