Ratusan Siswa SDI Al-Hidayah Terpaksa Belajar di Emperan setelah Ruang Kelas Disegel Paksa

Ridwan menyebut saat itu sempat terjadi adu argumen antara dirinya dan ketiga orang tersebut. Namun, karena tidak ada titik temu, ketiga orang tersebut langsung pergi meninggalkan Ridwan.
Ketiganya kemudian pergi ke depan pintu ruangan kelas. Setelah anak sekolah pulang ke rumahnya masing-masing, ketiga orang tersebut langsung menyegel seluruh ruangan kelas dengan kayu.
"Mereka tunggu murid keluar, mereka langsung pasang kayu di depan pintu, mereka buat gembok mereka," kata Ridwan.
Dia mengaku hingga saat ini seluruh ruangan kelas masih dipasang segel. Akibatnya, sekitar 240 siswa di sekolah tersebut terpaksa harus belajar di emperan kelas.
"Sampai hari ini belum di buka, sementara anak anak belajar apa adanya, yang penting tetap belajar walaupun belajar di emperan kelas," sebutnya.
Ridwan mengaku penyegelan itu sudah dilaporkan oleh pihak sekolah ke Polrestabes Medan. Dia berharap kasus tersebut bisa segera dapat diselesaikan.
Dia juga menilai perbuatan yang dilakukan oleh ketiga orang tersebut sudah menyalahi aturan.
"Kami minta yang melakukan tindakan itu agar dapat diproses sesuai hukum, karena itukan pekerjaan yang melanggar hukum dan bukan wewenang dia," ujarnya.
Ratusan anak sekolah di SDI Al-Hidayah, Jalan Kirab Remaja, Dusun XV, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) terpa
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sumut di Google News