PSMS Medan Tekuk PSPS Riau, Laga Sempat Memanas, Suporter Rusak dan Bakar Fasilitas Stadion

Hingga peluit panjang dibunyikan, PSMS Medan unggul dari pada PSPS Riau dengan skor 4-3.
Pelatih Kepala PSMS Medan I Putu Gede mengaku bersyukur anak asuhnya berhasil meriah poin sempurna alias tiga poin.
"Alhamdulillah, pertandingan hari ini, kami bisa memenangkan pertandingan. Namun, masih ada beberapa momen yang juga bikin situasi berhentinya pertandingan, ini pelajaran, ini bisa ambil pengalaman dari situasi," kata Putu saat konferensi pers seusai pertandingan.
Putu mengaku setelah kerusuhan itu terjadi, performa anak asuhnya sempat menurun. Menurutnya, kejadian itu sangat membuat mood tim dengan julukan Ayam Kinantan rusak.
Akibatnya, PSMS Medan sampai kecolongan 2 gol dari PSPS Riau.
"Jadi sudah saya prediksi, makanya saya kumpulkan pemain (saat rusuh,red), karena grafik kami sedang naik nih, penampilan kami juga bagus, kalau tak berhenti mungkin kami bisa bikin gol lagi. Tapi situasi kejadian kerusuhan tadi sangat menggangu dan itu mempengaruhi mood penampilan para pemain," ungkapnya.
Mantan Juru Taktik PSS Sleman itu mengaku kejadian seperti itu memang biasa terjadi dalam sebuah pertandingan. Namun, dia menyebut peristiwa itu menjadi pelajaran bagi timnya.
"Apalagi waktunya (pertandingan terhenti,red) agak lama tadi, 20 menit, artinya dimulai dari nol lagi ini. Namun, PSPS termotivasi untuk membalas, kami jadinya bertahan. Ini akan menjadi pelajaran buat kami ke depannya," pungkasnya.(mcr22/jpnn)
PSMS Medan berhasil memenangkan pertandingan laga lanjutan Liga 2 2022/2023 Wilayah Barat melawan tuan rumah PSPS di Stadion Utama Riau, Kamis (22/9) sore.
Redaktur : Muhlis
Reporter : Finta Rahyuni
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sumut di Google News