Eksportir Sumut Sepakat Menahan Ekspor Karet ke Pasar, Ini Penyebabnya
sumut.jpnn.com, MEDAN - Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Utara Edy Irwansyah mengatakan eksportir karet di Sumut sepakat menahan ekspor ke pasar.
Dia mengatakan alasannya lantaran harga jual komiditas itu sedang berada pada tren menurun.
"Setelah sempat volume ekspor naik atau mencapai angka tertinggi di Juni sebanyak 36.734 ton, ekspor karet tren turun karena eksportir menahan ekspor," kata Edy di Medan, Jumat (12/8).
Edy menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti stok yang masih banyak di kalangan eksportir.
Dia mengatakan untuk saat ini rata-rata harga karet TSR-20 FOB Singapora di Singapore Exchange (SGX) pada Juni adalah 1,63 dolar AS.
Tren penurunan harga kembali terjadi pada Juli yakni 1,58 dolar AS per kilogram.
"Kecuali untuk memenuhi kontrak, eksportir menahan ekspor karena harga sedang turun," ungkapnya.
Pada Juli, lanjutnya, volume ekspor karet Sumut hanya 31.297 ton dibanding pada Juni yang mencapai 36.734 ton.
Para eksportir karet Sumut sepakat menahan untuk sementara ekspor karet ke pasar setelah terjadi tren penurunan harga komoditas tersebut
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sumut di Google News