19 Ekor Ternak di Sumut Positif Terjangkiti PMK, Pemerintah Siapkan Upaya Pencegahan

Kamis, 19 Mei 2022 – 21:45 WIB
19 Ekor Ternak di Sumut Positif Terjangkiti PMK, Pemerintah Siapkan Upaya Pencegahan - JPNN.com Sumut
Ilustrasi - Petugas memeriksa hewan ternak sapi yang diduga terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). Foto: ANTARA/HO-Diskominfo Lumajang

sumut.jpnn.com, MEDAN - Sebanyak 19 ekor ternak di Sumatera Utara (Sumut) dinyatakan positif terjangkiti penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut Azhar Harahap menyebut ke-19 ternak itu tersebar di dua kabupaten di Sumut, yakni Kabupaten Langkat dan Deli Serdang.

"Tujuh ekor di Kabupaten Langkat dan 12 ekor di Deli Serdang," sebut Azhar saat Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan PMK pada hewan ternak kaki empat, Kamis (19/5).

Azhar mengatakan dari pemeriksaan laboratorium terhadap 598 ternak yang semula diduga terjangkiti penyakit mulut dan kuku, 19 ekor di antaranya dinyatakan positif.

Meski begitu, Azhar menyampaikan bahwa kondisi perkembangan PMK saat ini masih dalam kategori terkendali dan dapat ditangani dengan baik.

"Semua ternak yang positif sudah kami tangani, tidak ada yang mati. Infeksi sekunder yang diderita ternak, Alhamdulillah, sudah mulai membaik. Jadi, penyakit ini masih terkendali. Namun penyebarannya sangat cepat,” ujar Azhar.

Dari penyebarannya, kata Azhar, saat ini ada empat daerah lagi yang terindikasi secara klinis PMK, yaitu Kabupaten Asahan, Batubara, Kota Binjai dan Medan. Setidaknya ada 1.013 ekor ternak terindikasi PMK yang ditangani hingga kini.

Untuk mengantisipasi penyebarannya, Pemprov telah melayangkan surat kepada seluruh kepala daerah terkait mekanisme pengawasan, pemeriksaan hingga pemotongan, terutama menjelang momentum Hari Raya Iduladha.

Azhar mengatakan ke-19 hewan ternak itu merupakan hasil laboratorium dari 598 kasus indikasi klinis yang sebelumnya ditemukan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sumut di Google News